5 Prinsip Penanganan Covid di Jawa Barat


INDRAMAYU, JAWA BARAT. - Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau Kang Emil memaparkan 5 prinsip kunci keberhasilan Jabar mampu mengendalikan Covid-19. Pemaparan itu dilakukan Kang Emil di hadapan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, saat melakukan kunjungan kerja di Indramayu, Rabu (5/8/2020).

"Ada lima prinsip yang kami jalankan di Jabar, Pak Menteri. Yang pertama adala proaktif progresif. Kami yang pertama menggunakan zona maping dengan menggunakan leveling warna. Ada 5 warna, tetapi setelah pemerintah pusat menyeragamkan menjadi 4 warna, maka kami ikut," katanya.

Kemudian yang kedua menurut Kang Emil adalah prinsip transparansi, baik soal data penyebaran, kasus, dan penggunaan anggaran.

"Jadi yang buruk kami sebutkan buruk, tidak ditutup-tutupi. Bahkan sejak awal pandemi kami langsung membuat aplikasi Pikobar untuk memudahkan masyarakat mengetahui perkembangan covid," jelas Kang Emil.

Prinsip ketiga adalah ilmiah. Segala keputusan selalu dibuat berdasarkan kajian ilmiah sebelumnya.

"Karena yang dihadapi adalah ilmiah, soal virus, maka cara pendekatannya juga ilmiah. Di belakang Saya semua ilmuwan Pak, ada ahli ekonomi, ahli epidemilogi dan lain-lain," paparnya.

Prinsip keempat dan kelima menurut Kang Emil adalah pemberdayaan lokal dan kolaborasi.

"Kami ini provinsi pertama yang mampu membuat sendiri alat-alat 'perang' melawan covid. Alat rapid bisa kami buat sendiri, PCR, APD dan lain-lain. Kemudian soal kolaborasi, Sya kira Pak menteri sudah lebih paham," paparnya.

Kunjungan kerja Mendagri ke Indramayu dalam rangka sosialisasi dan pembagian jutaan masker, administrasi kependudukan dan persiapan Pilkada serentak.